Live chat blogger

Rabu, 08 April 2020

Glenn Fredly Meninggal Dunia karena Sakit Meningitis

Glenn Fredly Meninggal Dunia karena Sakit MeningitisGlenn Fredly. ©Dok. Humas Pemkab Banyuwangi
Explore.com - Penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia. Rekan seprofesinya, Armand Maulana, menyebut Glenn menghembuskan napas terakhir karena menderita meningitis.
"Sudah lama punya penyakit ini, kemarin harusnya opname. Terus karena keadaan rumah sakit lagi chaos karena covid (COVID-19, -red), ya dibawa ke rumah. Nah, mungkin di rumah alat dan penanganan kurang memadai," kata Armand Maulana.
Dilansir dari Liputan6.com, Tompi memberi berita duka ini melalui pesan Whatsapp. Pesan yang dikirimkan cukup singkat, Tompi pun memohon doa atas kepergian Glenn untuk selamanya itu.
1 dari 1 halaman
"Telah berpulang saudara kami, Glenn Fredly malam ini. Mohon dimaafkan semua salahnya. Dia yang selalu hadir menggerakkan kita semua," tulis Tompi.
Glenn Fredly meninggal dunia di RS Setia Mitra pukul 18.00 WIB. Namun, belum diketahui secara pasti mengenai penyakit yang diderita pria 44 tahun tersebut. 

Jalan Raya di Qatar Baru Dicat Warna Biru, Kenapa?

Jalan Raya di Qatar Baru Dicat Warna Biru, Kenapa?The Abdullah Bin Jassim Street, Qatar. ©2020 Qatar Living/Rolan Majarucon
Explore.com - Umumnya jalan raya berwarna hitam aspal. Setelah beberapa tahun, warnanya akan berubah kelabu kusam karena debu dan kotoran. Namun di Qatar jalan raya justru bercat biru.
The Abdullah Bin Jassim Street, salah satu jalan raya tersibuk di Doha, ibukota Qatar baru bersolek dengan warna biru muda nan cantik. Apa alasannya?

Warna Segar untuk Siasati Cuaca Ekstrem

the abdullah bin jassim street qatar
2020 Qatar Living/Rolan Majarucon
Qatar termasuk salah satu negara terpanas di dunia. Apalagi belakangan Warga Qatar berkutat dengan gelombang cuaca panas ekstrem. Suhu udara di Qatar bisa mencapai 46 derajat Celcius. Sementara suhu rata-rata di Indonesia saja 30 derajat Celcius. Jadi pengecatan jalan raya ini bertujuan untuk menambah kesejukan bagi para pengguna jalan.

Karena Suhu Aspal Hitam Lebih Tinggi

Menurut laporan Arrayah, warna biru laut ini diharapkan bisa membantu menurunkan suhu lapisan aspal hingga 15-20 derajat Celcius.
Insinyur Saad al-Dosari menjelaskan bahwa lapisan aspal hitam memiliki suhu sekitar 20 derajat Celcius lebih tinggi daripada suhu udara sekitar. Pasalnya warna hitam memang dikenal lebih mudah menyerap panas.

Supaya Pengguna Jalan tak Mudah Dehidrasi dan Pingsan

the abdullah bin jassim street qatar
2020 Qatar Living/Rolan Majarucon
Selain tak nyaman bagi tubuh, gerah karena suhu udara yang tinggi juga bisa mendatangkan banyak masalah lain. Dua di antaranya adalah dehidrasi dan pingsan. Pengecatan jalan dengan warna biru juga diharap bisa menurunkan risiko pengemudi atau penumpang terkapar di jalanan.
Menurut keterangan pihak berwenang seperti dilansir Qatar Living, proyek ini akan dipantau setidaknya sampai 18 bulan ke depan.

Selasa, 07 April 2020

Tangkal COVID-19, Minum Jus Jeruk dengan Kulitnya

Ilustrasi jus jeruk
Bosan di rumah aja dan harus karantina mandiri karena wabah corona atau COVID-19? Akan lebih baik, jika kamu mencari informasi yang positif yang bikin imun tubuh kamu lebih baik.
Nah buat kamu yang haus akan informasi baik seputar penangkal virus COVID-19, Institut Pertanian Bogor atau IPB punya kabar baik buat kamu yang lagi berusaha meningkatkan imun tubuh.

Ya, lewat rilis yang diterima VIVA dari Biro Komunikasi IPB University, dijelaskan bahwa saat ini wabah COVID-19 sudah merebak dimana-mana. Lalu, bagaimana kita menyiapkan diri untuk menghadapinya? Selain dengan sering-sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak sosial, hingga berdiam diri di rumah, ada lagi nih cara enak tangkal COVID-19.
Tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan COVID-19.
“Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin," kata Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Prof Irmanida Batubara.
Menurut Prof Irmanida, hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Dimanakah kita bisa mendapatkan senyawa ini?
Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk. Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih.
"Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” ujar Prof Irmanida.
Untuk yang kurang sanggup mengonsumsi yang pahit, bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi oleh kita. Jangan lupa jeruknya dicuci bersih terlebih dahulu.
“Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” tambahnya.

3 Kunci Hidup Sehat di Masa Pandemi Corona

Di tengah pandemi corona atau Covid-19, penting bagi kita untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan, termasuk menjaga jarak sosial, tetap tinggal di rumah, dan tidak menyentuh wajah kita bila berada di luar rumah.
Namun, pola hidup yang tidak sehat dapat berdampak negatif bagi tubuh kita.
Menurut Moch. Aldis Rusliladi, SKM, CNWC, Nutrition Wellness Consultant Nutrifood, kesehatan harus sangat diperhatikan di momen pandemi seperti sekarang.

Baca juga: 

"Penyebaran Covid-19 sangat cepat. Pada 2 Maret lalu, di Indonesia baru ada dua kasus. Sekarang jumlahnya sudah naik. Pemerintah memang sudah melakukan penanganan, namun sebagai individu kita juga bisa berbuat sesuatu."
Demikian kata Aldis dalam program Kelas.mu Belajar LIVE, program kolaborasi Sekolah.mu dan Nutrifood yang ditayangkan di Youtube.
"Penting menjagai imunitas kita terutama di momen seperti ini. Pola makan dan olahraga, serta pola hidup kita yang lain juga berpengaruh."
"Efek jangka panjang saat melakukan self-quarantine, kita terpapar risiko tidak sehat untuk mengembangkan penyakit non-metabolik."

Baca juga: 

Risiko kesehatan saat isolasi diri di rumah, kata Aldis, meliputi pola makan melebihi batas kalori dan cenderung kurang gerak.
"Berdasarkan data tahun 2018, pola makan berlebih orang di Indonesia mencapai 43 persen."
"Sekitar 40,7 persen orang Indonesia mengonsumsi makanan gorengan lebih dari satu kali sehari. Dan, 53,1 persen orang Indonesia mengonsumsi minuman tinggi gula setiap harinya," ujar Aldis.
"Saya yakin di masa seperti sekarang, angka ini bisa bertambah."

Baca juga: 

Aldis menyebutkan, berdasarkan data Health Jade Team tahun 2019 mengenai rasio lingkar pinggang, semakin besar lingkar pinggang seseorang, maka ia berisiko terkena penyakit kronis seperti Covid-19.
"Untuk pria yang berisiko terkena penyakit kronis itu memiliki linggar pinggang lebih dari 90 cm, sementara pada wanita lebih dari 80 cm."
"Orang yang obesitas lebih rentan terkena virus corona, bahkan bisa lebih parah gejalanya. Kita bisa mengukur pakai jengkal tangan, jika lebih dari empat jengkal, tandanya lingkar pinggang kita terlalu besar."
Menurut Aldis, ada tiga kunci hidup sehat saat menjalani aktivitas di tengah pandemi Covid-19:

1. Eating resolution

"Yang dimaksud eating resolution adalah, kita harus mengonsumsi makanan yang bervariasi. Ada karbohidrat, protein, vitamin, mineral, tidak hanya karbohidrat saja," tutur Aldis.
"Jika sedang melakukan self-quarantine, makan sayur dengan porsi setengah dari satu piring."
"Sementara untuk buah, dianjurkan masing-masing minimal satu buah apel, satu buah pisang, tujuh buah stroberi, tiga buah kurma, atau delapan buah anggur."
Ditambahkan oleh Aldis, kita juga wajib membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak selama masa pandemi.
"Batasan gula yang aman per hari yaitu 50 gram atau setara empat sendok makan gula. Lalu, 5 gram garam atau setara satu sendok teh garam. Sedangkan minyak, konsumsi aman ada di angka 67 gram atau lima sendok makan minyak."

Baca juga: 

Cara mengurangi konsumsi gula, kata Aldis, bisa dengan mengonsumsi teh atau jus tanpa gula, atau menggunakan gula rendah kalori.
"Daripada konsumsi donat atau cake sebagai snack, buah jauh lebih sehat. Selalu siap pula air mineral saat bepergian."
Untuk membatasi garam, Aldis menganjurkan kita agar mengurangi saus, kecap, atau sambal saat makan.
"Pilih kondimen yang cenderung lebih rendah garam."
"Saat memasak, perbanyak rempah-rempah untuk menambah cita rasa masakan tanpa perlu garam. Bawang putih dan jamur-jamuran juga dapat memberi rasa pada makanan," kata dia.
"Selain itu, kurangi konsumsi produk olahan dan perbanyak konsumsi makanan segar seperti buah dan sayur. Karena kandungan kalium di buah dan sayur tinggi, dapat menggantikan natrium."
Lalu, menurut Aldis, kita dapat mengganti cara memasak untuk membatasi lemak.

"Kita bisa melakukan variasi masakan. Seperti pan frystir fryroasting, boiling, steaming, dan lain-lain. Tidak harus selalu digoreng (deep fry)."

2. Exercise resolution

"Dalam exercise resolution, harap diingat aturan 8-10 rules. Yaitu minum air putih sebanyak delapan sampai sepuluh gelas sehari, lalu berjemur sekitar 15 menit di jam 8-10 pagi," kata Aldis.
Saat berolahraga, Aldis menyarankan agar kita tidak terlalu memforsir tubuh karena sistem kekebalan akan menurun.
"Durasi olahraga yang ideal sekitar 30-45 menit untuk olahraga kardio."
Lalu, lanjut Aldis, ada baiknya olahraga dilakukan dengan intensitas sedang. "Karena jika intensitas olahraga tinggi, kita berisiko terkena paparan infeksi."
"Saat latihan beban, kita bisa menggunakan body weight, contohnya push upsit upsquat."
Sementara, jenis olahraga lain yang dapat dilakukan selama 30 menit, kata Aldis, yaitu yoga, dance, body weight training, serta jogging.

Baca juga: 

3. Mind and soul resolution

"Di masa pandemi, jaga pikiran agar tetap tenang dan tidak mudah panik. Supaya kita tidak stres," ujar Aldis.
Aldis menyebut empat cara untuk menerapkan mind and soul resolution. Yaitu:
1. Rutin melakukan panggilan video dengan sahabat dan keluarga
2. meditasi selama lima menit
3. Tidur 7-8 jam sehari
4. Tidak gampang percaya dengan hoaks dan isu pandemik yang berlebihan

Senin, 06 April 2020

Bunga-Bunga Sakura Mekar di Saat Wuhan Akan Dibuka Kembali

Sejumlah pengunjung menikmati keindahan pohon bunga sakura yang bermekaran di East Lake Cherry Blossom Park, Wuhan, Cina, 9 Maret 2018. REUTERS/Stringer
Sejumlah pengunjung menikmati keindahan pohon bunga sakura yang bermekaran di East Lake Cherry Blossom Park, Wuhan, Cina, 9 Maret 2018. REUTERS/Stringer
Explore.comJakarta - Ketika penguncian di Wuhan akan berakhir, 1.000 pohon sakura di kota itu, bunganya bermekaran. Bunga sakura itu bermekaran menandakan musim semi telah tiba.
Sebagaimana dinukil dari Travel and Leisure, setiap musim semi, kebun-kebun sakura di Universitas Wuhan dipenuhi dengan mahasiswa, staf, dan orang-orang yang datang dari jauh. Mereka datang untuk mengagumi bunga-bunga, tetapi tahun ini, kampus itu sunyi senyap karena pembatasan wilayah akibat wabah koronavirus.
Li Hao, seorang guru yang tetap berada di kampus saat lockdown, menangkap adegan itu dengan drone dalam rekaman, yang diperoleh CNN.
"Saya percaya bahwa setiap bencana atau tantangan pada akhirnya akan berakhir," kata Li kepada CNN. "Sama seperti bunga-bunga sakura ini, cepat atau lambat, mereka akan selalu mekar. Itulah yang saya yakini, selama kami tidak menyerah dalam mengejar kehidupan yang indah, selama kami melanjutkan upaya untuk mewujudkannya."
Pohon-pohon, yang merupakan hadiah dari Jepang, berasal dari tahun 1970-an ketika Cina dan Jepang pertama kali membangun hubungan diplomatik.
"Aku belum pernah melihat Cherry Avenue setenang itu. Memang indah, tetapi saya pikir itu lebih indah dengan keramaian yang hidup," kata seorang mahasiswa di universitas kepada The China Daily. "Saya berharap hidup dapat segera kembali normal, dan saya dapat melihat bunga-bunga itu dengan mata kepala sendiri."
Selain itu, universitas telah membuat beberapa webcam pada aplikasi Cina seperti WeChat dan Taobao, sehingga orang dapat mengambil bagian dalam mekarnya musim semi. Lebih dari 67 juta orang telah melihat streaming bunga-bunga sakura yang bermekaran
Wuhan, yang telah dikunci sejak 24 Januari, telah mengubah sudut pandang terhadap virus corona yang merenggut nyawa lebih dari 3.300 orang di daratan Cina. Karena pembatasan perjalanan akan dicabut dalam beberapa hari mendatang - setelah lebih dari dua bulan - rumah sakit darurat mulai ditutup karena kurangnya permintaan.
Sebagian Tembok Besar Tiongkok juga terbuka untuk pengunjung. Penguncian di provinsi Hubei yang tersisa dicabut pada 24 Maret, menyebabkan orang-orang mulai muncul kembali dari rumah mereka dan bisnis dibuka kembali.

6 Hal terkait Imbauan Pakai Masker di Tengah Pandemi Corona

Penyebaran virus Corona Covid-19 sampai saat ini masih menjadi masalah di seluruh dunia. Beragam upaya terus dilakukan untuk mencegah penyebarannya. Salah satunya adalah dengan menggunakan masker.
Seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan, ada beberapa kemungkinan penularan virus melalui udara yang kini telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang dan membunuh 50.000 orang di seluruh dunia sejak muncul di China pada Desember 2019 lalu.
BACA JUGA

Tetapi pendorong utama pandemi itu masih diyakini datang dari orang sakit dengan gejala batuk dan bersin, serta mencemari permukaan atau orang lain.
"Kita harus memprioritaskan masker respirator bedah medis untuk pekerja garis depan kita. Tetapi gagasan untuk menggunakan penutup pernapasan atau penutup mulut untuk mencegah batuk atau bersin yang memungkinkan penyebaran penyakit ke lingkungan dan terhadap orang lain ... bukanlah ide yang buruk," kata Dr. Mike Ryan, pakar darurat darurat WHO pada konferensi pers, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 4 April 2020.
Dengan adanya kebijakan baru dari WHO tersebut, Indonesia pun saat ini mendorong agar seluruh masyarakat menggunakan masker apabila berkegiatan di luar.
"WHO di awal menyampaikan bahwa yang pakai masker hanya yang sakit, (orang) sehat enggak. Tapi sekarang enggak, semua yang keluar rumah harus pakai masker," ujar Presiden Joko Widodo atau Jokowi, saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin (6/4/2020).

Imbauan WHO

Demi mencegah penyebaran virus Corona Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini mendorong semua orang memakai masker.
Sebelumnya, WHO merekomendasikan, hanya orang yang sakit, bergejala atau berisiko terpapar virus yang boleh menggunakan masker.
Bahwa penggunaan masker bedah khususnya untuk para profesional medis. Namun, pandangan WHO berubah tatkala penelitian terbaru menunjukkan, efek positif memakai masker dalam mencegah penyebaran virus Corona.
Apalagi lebih banyak pemerintah di Eropa yang mengharuskan warganya untuk menutupi hidung dan mulut di depan umum.
"Kita tentu melihat keadaan penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain, di tingkat masyarakat dapat membantu cegah penyebaran virus Corona," jelas Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan, dikutip South China Morning Post, Minggu, 5 April 2020.
"Mungkin ada situasi saat pemakaian masker dapat mengurangi tingkat infeksi. Kami akan mendukung pemerintah yang ingin melakukan pendekatan penggunaan masker kepada seluruh warga dan yang memasukkan itu sebagai upaya dari strategi komprehensif untuk mengendalikan Corona," pungkasnya.
Wiku mengatakan, masker bedah adalah masker yang digunakan tenaga kesehatan atau orang yang sakit.
"Tenaga medis yang tidak menangani pasien dengan infeksius tinggi dan orang sakit, maka hanya menggunakan masker bedah seperti ini," ujar Wiku.
Sementara, masker N95 digunakan oleh tenaga medis yang menangani pasien dengan risiko infeksius tinggi. Pasien yang positif Corona misalnya.
"Sedangkan masker N95 digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien dengan risiko infeksikus tinggi," kata Wiku.
Dia mengatakan, masker ini juga wajib digunakan oleh dokter dan perawat gigi.
"Untuk tenaga dokter dan perawat gigi ditekankan untuk menggunakan masker jenis N95. Kami mengetahui ada beberapa dokter gigi yang telah gugur, maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker N95," ujar Wiku.

3 Jenis Masker

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RI melakukan kajian tentang jenis-jenis masker dan penggunaannya di tengah wabah Corona.
Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, ada tiga jenis masker yang harus diketahui oleh masyarakat kegunaan dan peruntukannya.
"Kami telah mengkaji berbagai jenis masker dan peruntukannya, terdapat 3 jenis golongan masker yakni masker kain, masker bedah, dan masker N95," ujar Wiku di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu, 4 April 2020.
Menurut dia, masker kain digunakan oleh masyarakt saat berada di tempat umum dan berinteraksi dengan orang lain di tengah wabah Corona.
"Masker ini terbuat dari kain minimal 3 lapis yang dapat digunakan masyarakat dan apabila mulai basah bisa diganti," kata Wiku.

Penumpang Kendaraan Umum Wajib Pakai Masker

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan memo tentang penggunaan masker di transportasi umum. Surat itu ditujukan kepada Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Dirut PT MRT, dan Dirut PT LRT.
Dalam memo dengan nomor 03/memo/04042020 yang dikeluarkan pada 4 April 2020 ini, Anies menginstruksikan soal kebijakan penggunaan masker dalam transportasi umum di DKI Jakarta.
"Harap buat kebijakan untuk mewajibkan semua penumpang menggunakan masker. Bila tanpa masker maka tidak diijinkan untuk naik kendaraan umum," berikut isi memo tersebut, seperti dikutip pada Minggu, 5 April 2020.
Dalam memo itu juga disebutkan agar PT Tranportasi Jakarta, PT MRT, dan PT LRT mensosialisasikan kebijakan penggunaan masker tersebut kepada seluruh penumpang atau warga secara masif di semua stasiun, halte, bus, gerbong kereta, dan lain-lain.
"Sosialisasi dilakukan mulai Senin, 6 April 2020 dan penegakan mulai dilaksanakan Minggu 12 April 2020," demikian isi memo.
Sebelumnya, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga sudah mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan masker kain saat beraktivitas di luar rumah.
"Menggunakan masker kain minimal dua lapis yang dapat dicuci," kata Anies dikutip dari Seruan Gubernur Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Untuk Mencegah Penularan Covid-19, Sabtu, 4 April 2020.
Dia juga meminta agar masyarakat dapat mencuci masker kain yang digunakan secara rutin. Sehingga diharapkan masyarakat tidak membeli masker bedah yang diprioritaskan untuk tenaga medis.
"Dapat membeli atau membuat sendiri masker kain dua lapis sesuai kebutuhan," ucapnya.
Selain itu, dia juga meminta warga untuk berada di rumah, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan dengan sabun. Lalu terus melaksanakan etika batuk dan bersin.
"Bagi yang ingin membantu sesama warga, maka bantulah dengan mengadakan, memproduksi dan membagikan masker kain," jelasnya.

Imbauan Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat yang sehat dapat menggunakan masker kain untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Menurut dia, masker kain cukup efektif dalam menangkal corona.
"Sesuai hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus sebesar 70 persen," kata Wiku dalam konferensi pers di Youtube BNPB.
Karena hanya mampu menangkal virus Covid 19 hingga 70 persen, Wiku meminta agar masyarakat tetap melakukan physical distancing atau jaga jarak antar manusia. Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tak meninggalkan rumah apabila tak perlu.
"Masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga jarak saat di keramaian minimal 1 sampai 2 meter dan apabila tidak memiliki kegiatan penting di luar sebaiknya tetap tinggal di rumah," ucapnya.
Menurut dia, masker kain dapat dibuat mandiri dengan cara dijahit manual atau menggunakan mesin jahit. Yang terpenting, masker tersebut harus menutupi hidung hingga dagu.
Wiku mengingatkan, agar masker kain dicuci secara rutin dengan menggunakan sabun. Untuk itu, dia menyarankan agar masyarakat mempunyai lebih dari 1 masker.
"Masker kain sebaiknya diganti dicuci dengan sabun secara rutin. Yang harus diganti apabila mulai basah dan dicuci secara rutin. Jadi mungkin kita bisa memiliki beberapa masker kain," tutur Wiku.
Sementara itu, masker N95 dan masker bedah diperuntukkan bagi tenaga medis. Khususnya, mereka yang merawat pasien terpapar Covid 19.

Masker untuk Semua

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan, mulai hari ini, semua masyarakat harus menggunakan masker saat keluar rumah meski tidak sakit. Hal ini, kata dia, sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker," kata Yurianto dalam video conference di Youtube BNPB.
Dia menegaskan bahwa masker bedah dan masker N95 hanya digunakan untuk petugas kesehatan, khususnya yang menangani pasien virus corona. Sementara itu, masyarakat yang sehat bisa menggunakan masker kain.
"Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar orang tanpa gejala (virus corona). Banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu bahwa mereka adalah sumber penyebaran penyakit" jelasnya.
Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk melindungi diri dengan menggunakan masker kain saat berpergian. Meski begitu, masker kain harus rutin dicuci dan disarankan agar tak dipakai lebih dari 4 jam.
"Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan (virus corona), karena kita tidak pernah tahu bahwa di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi untuk mengeluarkan ke kita," tutur Yurianto.
Selain menggunakan masker kain, masyarakat juga diminta untuk rajin mencuci tangan dengan sabun. Terlebih, apabila saat di luar rumah.
"Cuci tangan dengan menggunakan sabun selama minimal 20 detik ini menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini," ucap Yurianto.

Perintah Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta semua masyarakat memakai masker apabila beraktivitas di luar rumah. Hal ini sesuai anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) demi mencegah penyebaran virus Corona Covid-19.
Jokowi menyebut saat ini pemakaian masker bukan hanya untuk orang yang sakit saja. Namun, masyarakat yang sehat pun memakai masker agar tak terinfeksi virus Corona.
"WHO di awal menyampaikan bahwa yang pakai masker hanya yang sakit, (orang) sehat enggak. Tapi sekarang enggak, semua yang keluar rumah harus pakai masker," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin (6/4/2020).
Untuk itu, Jokowi meminta agar ketersediaan masker mulai disiapkan dan diberikan kepada masyarakat. Pasalnya, masyarakat kini wajib menggunakan masker.